KAWASAN MANDEH

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Rabu, 15 April 2026

Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq Ingin Polisi Dirasakan Manfaatnya oleh Warga


PADANG, SUMBAR | Di tengah riuh arus kendaraan dan hiruk pikuk aktivitas kota, kehadiran polisi lalu lintas sering kali menjadi penentu rasa aman masyarakat. Bukan hanya karena seragam dan kewenangannya, tetapi karena sikap humanis yang mereka tampilkan di lapangan.

Nilai itulah yang terus ditekankan oleh H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, yang memandang tugas Polantas bukan sekadar mengatur kendaraan, melainkan menjaga keselamatan manusia yang berada di jalan raya.

Pendekatan ini tampak nyata ketika seorang personel Polantas dengan sigap membantu dua ibu menyeberang di tengah padatnya lalu lintas. Tindakan sederhana tersebut menghadirkan rasa aman yang begitu berarti bagi warga.

Bagi masyarakat, momen itu mungkin terlihat biasa. Namun sesungguhnya, di baliknya ada nilai kepedulian yang ditanamkan kuat dalam setiap arahan pimpinan kepada anggota di lapangan.

Menurut Kombes Pol Reza, keselamatan pejalan kaki, lansia, dan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Polisi harus hadir sebelum masyarakat meminta bantuan.

Karena itulah, personel Polantas didorong untuk peka terhadap situasi sekitar. Tidak menunggu perintah, tidak menunggu laporan, tetapi bergerak dengan hati.

Sikap sigap dan empati tersebut perlahan membentuk citra baru polisi lalu lintas di mata masyarakat. Polisi tidak lagi dipandang sekadar penindak pelanggaran, tetapi pelindung yang siap membantu.

Di berbagai persimpangan, depan sekolah, pasar, dan pusat keramaian, kehadiran Polantas menjadi penenang di tengah kepadatan arus kendaraan.

Pendekatan persuasif yang dikedepankan juga menjadi bagian penting dari edukasi keselamatan berlalu lintas. Warga diajak tertib bukan karena takut ditindak, tetapi karena sadar akan pentingnya keselamatan.

Nilai Presisi yang digaungkan benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata. Prediktif, responsif, dan berkeadilan diterjemahkan melalui pelayanan yang tulus.

Hal kecil seperti membantu menyeberang jalan ternyata memberi dampak besar pada kepercayaan publik terhadap Polri.

Kehadiran polisi dengan sikap santun dan ramah menciptakan interaksi yang hangat antara aparat dan masyarakat.

Budaya melayani dengan hati inilah yang terus dibangun, sehingga setiap personel memahami bahwa tugas mereka adalah untuk manusia.

Polantas di Sumatera Barat membuktikan bahwa ketertiban lalu lintas dapat dibangun melalui empati dan keteladanan.

Langkah-langkah kecil di jalan raya sejatinya adalah bagian dari misi besar menjaga keselamatan bersama.

Dan dari jalan raya itu pula, pesan kemanusiaan yang ditanamkan oleh Kombes Pol Reza terus hidup dalam setiap tindakan anggotanya.


TIM RMO

Selasa, 14 April 2026

Ulang Tahun Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta Menguatkan Semangat Polri untuk Terus Hadir di Tengah Masyarakat


SUMBAR | Momen ulang tahun sering kali menjadi ruang sederhana untuk berhenti sejenak, melihat ke belakang, sekaligus menata langkah ke depan. Hal itu pula yang terasa dalam peringatan ulang tahun Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, Kapolda Sumatera Barat, yang dipenuhi ucapan tulus dari berbagai kalangan.

Ucapan tersebut daang dari jajaran internal kepolisian, mulai dari Bidang Humas, para Kapolres, hingga personel di lapangan. Tidak ada kesan berlebihan, hanya doa-doa yang disampaikan dengan harapan agar Kapolda senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kelapangan dalam menjalankan amanah.

Di lingkungan Polda Sumbar, suasana terasa hangat. Ucapan yang disampaikan menjadi bentuk penghormatan sekaligus dukungan moral bagi seorang pimpinan yang selama ini menjadi arah dalam setiap langkah pengabdian.

Para Kapolres di berbagai daerah juga menyampaikan hal yang sama. Mereka berharap agar Kapolda tetap menjadi sosok yang mampu membimbing dengan kebijaksanaan, serta menjaga keseimbangan antara ketegasan dan pendekatan kemanusiaan.

Namun, yang membuat momen ini terasa lebih bermakna adalah keterlibatan masyarakat. Ucapan yang datang dari warga, baik melalui media sosial maupun interaksi langsung, menjadi bukti bahwa kehadiran kepolisian benar-benar dirasakan.

Bagi masyarakat, sosok Kapolda bukan hanya jabatan struktural. Ia menjadi representasi dari wajah Polri di tengah kehidupan sehari-hari. Ketika masyarakat merasa aman, dihargai, dan dilayani, di situlah makna kepemimpinan terasa nyata.

Pendekatan yang humanis menjadi hal yang terus diharapkan. Bahwa Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam mendengar, memahami, dan merangkul masyarakat.

Momentum ulang tahun ini pun seolah menjadi pengingat bahwa pengabdian Polri berakar dari kebutuhan masyarakat. Bahwa setiap kebijakan dan tindakan harus berpijak pada kepentingan bersama.

Ucapan dari jajaran Humas Polda Sumbar menggambarkan harapan agar institusi kepolisian terus bergerak ke arah yang lebih terbuka, profesional, dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Di tengah dinamika yang terus berkembang, tantangan ke depan tentu tidak ringan. Namun doa dan dukungan yang mengalir menjadi energi tersendiri bagi Kapolda dalam menjalankan tugasnya.

Bagi anggota di lapangan, kepemimpinan yang humanis memberikan ruang untuk bekerja dengan lebih percaya diri. Arahan yang jelas dan pendekatan yang terbuka membuat tugas terasa lebih terarah.

Sementara bagi masyarakat, kehadiran polisi yang dekat dan mudah dijangkau menciptakan rasa aman yang lebih nyata. Tidak ada lagi jarak yang terlalu jauh antara aparat dan warga.

Ucapan ulang tahun ini mungkin sederhana, namun memiliki makna yang dalam. Ia menjadi simbol hubungan yang terus dibangun antara Polri dan masyarakat.

Lebih dari sekadar perayaan, momen ini menjadi refleksi bahwa di balik seragam dan jabatan, ada tanggung jawab besar untuk terus menjaga kepercayaan publik.

Dengan bertambahnya usia, harapan pun ikut tumbuh. Harapan akan kebijaksanaan, kesehatan, serta kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

Dan dari Sumatera Barat, doa itu mengalir tanpa banyak kata. Selamat ulang tahun, semoga setiap langkah pengabdian selalu membawa kebaikan, menjaga kepercayaan, dan memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.


TIM RMO

Pesan Sederhana Kombes Pol. Susmelawati Rosya yang Menyentuh Hati Masyarakat


SUMBAR | Polda Sumatera Barat menghadirkan sebuah pesan yang terasa sederhana, namun menyentuh sisi paling dekat dalam kehidupan masyarakat saat ini. Melalui Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr (A.P.), ajakan untuk berkomentar dengan baik di media sosial disampaikan dengan cara yang hangat dan penuh empati.

Di tengah derasnya arus informasi yang kerap memicu perdebatan, suara yang menenangkan seperti ini terasa semakin penting. Tidak ada nada menggurui, tidak pula kesan formal yang kaku. Yang hadir justru sebuah ajakan yang tulus, seolah mengingatkan kembali nilai-nilai dasar dalam berinteraksi sebagai sesama manusia.

Kombes Pol. Susmelawati Rosya memahami bahwa media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Di sana, setiap orang bebas menyampaikan pendapat, berbagi pandangan, bahkan meluapkan emosi. Namun, kebebasan itu tetap membutuhkan batas agar tidak melukai orang lain.

Selisih paham, sebagaimana disampaikan dalam pesan tersebut, adalah hal yang biasa. Perbedaan bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan sesuatu yang harus dikelola dengan bijak. Cara menyampaikan pendapat menjadi kunci agar perbedaan tetap berada dalam koridor yang sehat.

Pendekatan yang digunakan terasa begitu humanis. Kombes Pol. Susmelawati Rosya tidak berdiri sebagai pihak yang memberi perintah, melainkan sebagai bagian dari masyarakat yang juga merasakan dinamika yang sama di ruang digital.

Di balik setiap komentar yang ditulis, ada perasaan yang bisa tersentuh. Kata-kata yang sederhana sekalipun dapat membawa dampak besar, baik itu membangun maupun merusak. Inilah yang menjadi pengingat penting dalam pesan yang disampaikan.

Polda Sumbar melalui Kabid Humas menunjukkan bahwa peran kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan fisik, tetapi juga ikut menjaga suasana batin masyarakat. Kehadiran polisi di tengah masyarakat menjadi lebih dekat ketika pesan-pesan yang disampaikan terasa relevan dan menyentuh.

Ajakan untuk berpikir sebelum berkomentar bukanlah bentuk pembatasan, melainkan bentuk kepedulian. Kepedulian agar ruang digital tetap menjadi tempat yang nyaman bagi semua orang, tanpa rasa takut diserang atau direndahkan.

Kombes Pol. Susmelawati Rosya juga mengingatkan bahwa kedewasaan dalam berpendapat adalah cerminan kepribadian. Bukan soal seberapa keras seseorang menyuarakan pendapatnya, tetapi seberapa bijak ia menjaga kata-katanya.

Dalam kehidupan bermasyarakat, kerukunan adalah nilai yang tidak bisa ditawar. Media sosial, sebagai ruang baru dalam berinteraksi, seharusnya tetap membawa semangat yang sama seperti kehidupan nyata, yaitu saling menghargai dan menjaga perasaan.

Pesan ini terasa sebagai pengingat yang halus, namun kuat. Bahwa di balik layar ponsel, ada manusia lain yang juga memiliki hati. Dan setiap kata yang dituliskan akan selalu meninggalkan jejak.

Catatan Redaksi: Ajakan humanis dari Kombes Pol. Susmelawati Rosya ini menjadi pengingat bahwa menjaga etika dalam berkomentar bukan sekadar aturan, tetapi bentuk kepedulian terhadap sesama demi terciptanya ruang digital yang damai dan penuh rasa hormat.


TIM RMO

Senin, 13 April 2026

Dari Warung Sederhana, Pesan Besar Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq Mengalir


SUMBAR |  Suasana santai di kawasan Terminal Truck Teluk Bayur, Pelindo, berubah menjadi ruang dialog penuh makna saat jajaran Subdit Gakkum Ditlantas Polda Sumatera Barat menggelar kegiatan bertajuk “Polantas Menyapa”. Di tengah kesibukan para sopir dan pekerja lapangan, kehadiran polisi lalu lintas menghadirkan nuansa hangat yang membangun kedekatan tanpa sekat.

Kegiatan ini menjadi refleksi nyata dari arah kebijakan dan pendekatan humanis yang terus digaungkan oleh Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq sebagai Dirlantas Polda Sumbar. Melalui komunikasi langsung, polisi tampil sebagai sahabat yang hadir di tengah aktivitas masyarakat.

Di bawah rindangnya pepohonan, para sopir truk tampak duduk melingkar bersama personel kepolisian. Tidak ada jarak, tidak ada formalitas berlebihan. Percakapan mengalir ringan, membahas keselamatan berlalu lintas, kondisi jalan, hingga tantangan yang dihadapi para pengemudi di lapangan.

Giat “Polantas Menyapa” ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata implementasi dari visi Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq yang menekankan pentingnya pendekatan persuasif dalam membangun kesadaran hukum masyarakat.

Dalam dialog tersebut, para sopir diberikan pemahaman tentang pentingnya keselamatan berkendara, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta dampak fatal dari pelanggaran yang kerap dianggap sepele. Penyampaian dilakukan dengan bahasa sederhana, mudah dipahami, dan penuh empati.

Tak hanya itu, petugas juga mendengarkan langsung berbagai pengalaman dan kendala yang dihadapi para sopir di lapangan. Mulai dari kondisi jalan hingga tekanan pekerjaan yang mereka jalani setiap hari.

Pendekatan seperti inilah yang menjadi ciri khas kepemimpinan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq. Menempatkan polisi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, membangun hubungan yang lebih dekat dan saling memahami.

Di sela kegiatan, suasana keakraban semakin terasa ketika petugas ikut bercengkerama sambil menikmati minuman bersama para sopir. Tawa ringan dan obrolan santai menciptakan kedekatan emosional yang kuat.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak harus selalu identik dengan tindakan represif. Edukasi dan pendekatan humanis menjadi kunci dalam membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq terus mendorong jajarannya untuk aktif turun ke lapangan, menyapa masyarakat, dan memahami kondisi nyata yang terjadi secara langsung.

Terminal Truck Teluk Bayur yang biasanya dipenuhi aktivitas logistik, hari itu berubah menjadi ruang interaksi sosial yang sarat makna. Polisi dan para sopir duduk bersama, berbagi cerita, dan membangun kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya.

Melalui kegiatan “Polantas Menyapa”, Ditlantas Polda Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang humanis, dekat, dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Catatan Redaksi: Kegiatan ini menegaskan peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat melalui pendekatan humanis serta edukatif guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas.


TIM RMO

Polres Pasaman Barat Gelar Rekonstruksi, Pelaku Peragakan 36 Adegan Pembunuhan Dan Pencurian Di Koto Balingka


pasamanbarat.sumbar.polri.go.id
– Polres Pasaman Barat menggelar rekonstruksi kasus pencurian dan pembunuhan terhadap pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Khoiron Lubis (65) warga Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, dalam reka ulang tersebut, tersangka utama NJ (39) alias Ucok memperagakan total 36 adegan.

Rekonstruksi yang digelar di Mapolres Pasaman Barat pada Senin (13/4/2026) menghadirkan tersangka dan para saksi secara langsung, sementara peran korban digantikan oleh pemeran pengganti.

Guna menjaga transparansi dan aspek legalitas, gelar rekonstruksi ini turut dihadiri oleh Tim Inafis Polres Pasaman Barat, perwakilan Kejaksaan Negeri Pasaman Barat serta advokad/kuasa hukum pelaku.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Vario Nomor Polisi BK 3791 ALR yang warna motor tersebut telah dimodifikasi pelaku, dan satu unit handphone milik korban merk Samsung A05, satu unit powerbank merk lentifen warna hitam dan satu buah pisau milik korban serta satu stel pakaian pelaku pada saat kejadian.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kaur Bin Ops Sat Reskrim Iptu Suardi, S.H mengatakan bahwa rekonstruksi dilakukan di halaman Mapolres untuk menjaga keamanan dan kelancaran proses rekonstruksi.

“Tersangka dihadirkan langsung, sementara korban diperankan oleh pengganti. Rekonstruksi sengaja kami gelar disini untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Iptu Suardi menjelaskan, awalnya penyidik merancang 28 adegan. Namun dalam pelaksanaan, jumlahnya berkembang menjadi 36 adegan untuk menyesuaikan dengan fakta kejadian di tempat kejadian perkara (TKP).

“Sebanyak 36 adegan telah diperagakan oleh tersangka, tentu hal ini akan mempermudah penyidik dalam mengungkap fakta yang sebenarnya terkait perbuatan pelaku ini,” katanya.

Dalam rekonstruksi tersebut, diperagakan rangkaian kejadian mulai dari saat tersangka mendatangi pondok kebun milik korban hingga peristiwa pencurian yang diawali pembunuhan terhadap korban.

“Terkait Motif pembunuhan diduga dipicu rasa sakit hati tersangka terhadap perlakuan korban, karena upah kerja pruning di kebun kelapa sawit milik korban sejak tahun 2022 sampai tahun 2024 sebanyak Rp. 8 juta tidak dibayarkan,” ujar Iptu Suardi.

Dari hasil rekonstruksi, didepan Jaksa penuntut umum, pelaku NJ mengakui bahwa, pelaku merencakan perbuatannya pada tanggal 2 Februari 2026 pada saat pelaku NJ sedang memikirkan dimana mendapatkan uang untuk biaya hidup dan membayar uang sekolah anak.

Kemudian pelaku teringat bahwa uang pelaku yang ada pada korban sebesar Rp. 8 juta yang merupakan uang upah pelaku selama bekerja dengan korban yang tidak mau membayarkan, dengan dasar itulah timbul niat pelaku untuk membunuh korban.  

“Tersangka masuk kedalam pondok dengan mencongkel pintu dan langsung mengayunkan balok kayu yang dipegangnya dan mengenai kepala korban, seketika korban langsung jatuh tersungkur,” ujar KBO Reskrim.

Setelah tersungkur, pelaku NJ langsung mencekik leher korban untuk memastikan korban tidak bernyawa. Tidak hanya sampai disitu, didalam pondok tersebut pelaku juga mengambil uang yang berada di kantong celana korban yang tergantung sebesar Rp. 60 ribu, mengambil kunci sepeda motor, handphone dan powerbank milik korban.

“Setelah kejadian tersebut, pelaku NJ langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor hasil curiannya ke Payabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara,” ungkapnya.  

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah pondok kebun milik korban, di Jorong Aek Geringging, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Polisi menyebut, setelah kejadian, berdasarkan bukti permulaan yang cukup, tim Opsnal Satreskrim Polres Pasaman Barat di bawah pimpinan Ipda Algino Ganaro, mendapat informasi bahwa pelaku sedang berada di Kampung Baru Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan. 

"Petugas langsung menuju lokasi, dan berhasil meringkus pelaku, saat itu sedang berada di sebuah warung kopi di pinggir Jalan Lintas Silaping Nagari Batahan pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB," sebutnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 459 Jo Pasal 458 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pembunuhan berencana.

Tersangka terancam hukuman maksimal pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara hingga 20 tahun.

Ditempat terpisah, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik memastikan bahwa seluruh proses penyidikan berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jajarannya terus melengkapi alat bukti serta mempercepat penyelesaian berkas perkara guna memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.

“Kami menegaskan bahwa Polres Pasaman Barat terus melakukan asistensi dan pengawasan yang ketat terhadap penanganan kasus-kasus menonjol di wilayah hukum Polres Pasaman Barat,” tegas AKBP Agung

. (HumasResPasbar)

Sabtu, 11 April 2026

Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq Dorong Kesadaran Berlalu Lintas di Lingkungan Pendidikan


SUMBAR | Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan Halal Bihalal bersama keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Padang yang berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, Sabtu, 11 April 2026.

Momentum ini menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antara jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat dengan dunia pendidikan, sekaligus memperkuat sinergi dalam membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam nuansa religius yang kental, dihadiri oleh para guru, siswa, tokoh masyarakat, serta unsur kepolisian yang membawa semangat persatuan pasca-Hari Raya Idulfitri.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. terus mendorong jajarannya untuk aktif menjalin kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan sosial yang bernilai kebersamaan.

Melalui pendekatan humanis yang digaungkan Dirlantas, kehadiran institusi kepolisian tidak hanya dirasakan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam kehidupan sosial masyarakat.

Dalam rangkaian acara, para peserta mengikuti tausiyah yang sarat pesan moral, mengajak seluruh pihak untuk memperkuat iman, menjaga persatuan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Dirlantas Polda Sumbar menekankan pentingnya membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini, terutama di lingkungan pendidikan, sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang disiplin dan bertanggung jawab.

Interaksi yang terjalin antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam kegiatan ini mencerminkan hubungan yang harmonis sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat secara langsung.

Para tokoh yang hadir menyampaikan apresiasi atas peran aktif jajaran Ditlantas Polda Sumbar dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat melalui pendekatan yang persuasif dan edukatif.

Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan Halal Bihalal ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis di Kota Padang.

Dirlantas Polda Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. terus menunjukkan komitmen nyata dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan mengedepankan nilai kemanusiaan dan kebersamaan.

Kegiatan Halal Bihalal ini menjadi bukti bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat dapat terjalin kuat melalui pendekatan yang humanis, religius, dan penuh kebersamaan demi terciptanya keamanan dan ketertiban bersama.


TIM RMO

Di Bawah Kepemimpinan Kapolres AKBP Agung Tribawanto, Giat Anggota Polres Pasaman Barat Semakin Aktif dan Humanis


PASAMAN BARAT | Upaya menjaga stabilitas keamanan terus diperkuat oleh jajaran Polres Pasaman Barat melalui kegiatan patroli rutin yang ditingkatkan di berbagai titik strategis, sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat di wilayah hukum setempat, Jumat 10 April 2026.

Kegiatan Patroli Samapta Presisi dan KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) menjadi langkah konkret dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Personel terlihat aktif melakukan pemantauan di lapangan, mulai dari kawasan pemukiman, objek vital hingga pusat aktivitas masyarakat.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., menegaskan bahwa patroli yang dilakukan merupakan bagian dari strategi preventif untuk menekan potensi gangguan keamanan sejak dini. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjaga stabilitas wilayah.

Patroli yang digelar tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga mengedepankan interaksi langsung dengan masyarakat. Personel di lapangan turut menyampaikan imbauan kamtibmas serta mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan tetap aman.

Selain itu, pengamanan di lokasi strategis seperti SPBU, perbankan, dan pusat keramaian juga menjadi prioritas. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi berbagai potensi tindak kriminalitas yang dapat meresahkan masyarakat.

Kegiatan strong point turut dilaksanakan di sejumlah titik persimpangan padat lalu lintas. Kehadiran personel di lokasi tersebut memberikan rasa aman sekaligus membantu kelancaran arus kendaraan.

Pada malam hari, patroli kembali ditingkatkan dengan menyasar lokasi-lokasi yang dianggap rawan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap terkendali serta mencegah terjadinya tindak kejahatan.

AKBP Agung Tribawanto juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. Anggota diminta untuk bersikap ramah, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sinergi antara polisi dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan wilayah. Dengan adanya komunikasi yang baik, setiap potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal.

Upaya yang dilakukan oleh jajaran Polres Pasaman Barat ini menunjukkan bahwa kehadiran polisi benar-benar dirasakan oleh masyarakat, tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom.

Pemberitaan ini menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab moral dan profesional dalam memberikan rasa aman.

Giat patroli yang dilakukan anggota di lapangan adalah bagian dari “tagihan” pelayanan Polri kepada masyarakat, bahwa keamanan bukan sekadar janji, tetapi kewajiban yang harus diwujudkan.

Polisi hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang bekerja menjaga ketertiban, menegakkan hukum secara adil, serta membangun kepercayaan demi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.


TIM RMO

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi