KAWASAN MANDEH

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Senin, 02 Maret 2026

Dari Keterbatasan Menuju Masa Depan, Polda Sumbar Bina Karakter 145 Siswa Sekolah Rakyat Padang


SUMBAR | Sebuah langkah kolaboratif untuk memperkuat masa depan generasi muda lahir di Kota Padang ketika Sekolah Rakyat Menengah Pertama 4 Padang menjalin sinergi dengan Polda Sumatera Barat dalam program pembinaan karakter dan disiplin bagi para siswa. Kerja sama ini menyasar 145 pelajar yang sebagian besar berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi namun memiliki semangat belajar tinggi dan tekad kuat untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Sekolah yang berada di kawasan Kompleks Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial di wilayah Pauh itu kini menjadi ruang harapan baru bagi para siswa. Melalui kolaborasi tersebut, institusi kepolisian tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pembina generasi muda yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta integritas sejak usia sekolah.

Kepala sekolah, Azizah Batubara, menyebut para siswa yang belajar di sekolah tersebut memiliki potensi besar meskipun berasal dari latar belakang keluarga sederhana. Menurutnya, semangat belajar yang dimiliki para pelajar menjadi modal utama untuk membangun masa depan yang lebih baik, namun mereka tetap membutuhkan pembinaan karakter yang kuat agar mampu bersaing di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Ia menilai pendampingan dari aparat kepolisian akan memberi pengalaman berbeda bagi para siswa. Kehadiran personel kepolisian di lingkungan sekolah diyakini dapat memberikan teladan kedisiplinan, keberanian, serta semangat tanggung jawab yang dapat membentuk mental para pelajar sejak dini.

Dukungan tersebut ditegaskan melalui pernyataan Kabiro SDM Polda Sumatera Barat, Anissullah M. Ridha. Ia menyampaikan bahwa Polri memiliki komitmen untuk berperan aktif dalam pembinaan generasi muda, khususnya bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu namun memiliki potensi besar untuk berkembang.

Dalam program tersebut, personel kepolisian akan ditugaskan sebagai mentor sekaligus instruktur bagi para siswa. Mereka akan memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris, motivasi pembentukan karakter, hingga penguatan nilai kedisiplinan dan kejujuran yang menjadi fondasi penting bagi kehidupan masa depan para pelajar.

Menurut Anissullah, pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang yang dapat membantu memutus rantai kemiskinan. Ketika disiplin dan mental tangguh tertanam sejak dini, keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih cita-cita, bahkan membuka peluang bagi mereka untuk mengabdi kepada negara melalui berbagai profesi, termasuk di institusi kepolisian.

Selain fokus pada siswa, kerja sama tersebut juga menyentuh peningkatan kapasitas para tenaga pendidik. Sebanyak 12 guru di sekolah itu akan mendapatkan pendampingan dalam memahami aspek hukum dan tata kelola pendidikan, termasuk pengelolaan pengadaan barang dan jasa agar berjalan transparan serta sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan operasional sekolah tetap akuntabel di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Saat ini, sekolah tersebut bahkan hanya memiliki satu unit armada transportasi yang digunakan untuk melayani mobilitas seluruh siswa, sebuah kondisi yang mencerminkan tantangan nyata dalam penyelenggaraan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat para siswa untuk terus belajar dan berkembang. Justru melalui sinergi dengan kepolisian, mereka diharapkan mendapatkan wawasan baru tentang kedisiplinan, kepemimpinan, serta tanggung jawab sosial sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.

Pihak sekolah pun berharap kolaborasi dengan Polda Sumatera Barat ini dapat membuka cakrawala baru bagi para siswa. Berbagai kegiatan pembinaan yang dirancang tidak hanya bertujuan memperkuat mental dan karakter, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri sehingga para pelajar mampu berdiri sejajar dengan generasi lain di tengah masyarakat.

Catatan redaksi: Program pembinaan karakter melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan aparat negara menjadi salah satu pendekatan strategis dalam menyiapkan generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berintegritas di tengah berbagai tantangan sosial ekonomi yang dihadapi masyarakat.


TIM RMO

Kapolres AKBP Agung Tribawanto Gerakkan Koordinasi Forkopimda Pasaman Barat Hadapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran


PASAMAN BARAT | Suasana serius namun penuh semangat tampak di ruang Command Center Polres Pasaman Barat ketika jajaran Forkopimda Kabupaten Pasaman Barat berkumpul mengikuti rapat koordinasi lintas sektoral melalui Zoom Meeting dalam rangka persiapan Operasi Ketupat 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., yang menegaskan pentingnya sinergi seluruh unsur dalam menjaga keamanan masyarakat selama momentum Idul Fitri.

Di bawah arahan Kapolres AKBP Agung Tribawanto, rapat koordinasi tersebut menjadi ruang strategis bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi, menyusun strategi, dan memastikan kesiapan setiap sektor dalam menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat pada masa mudik dan perayaan Lebaran. Kehadiran unsur TNI, pemerintah daerah, hingga instansi terkait memperlihatkan kuatnya komitmen bersama menjaga stabilitas daerah.

Kapolres AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi merupakan momen penting bagi aparat untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan tertib. Ia menekankan bahwa seluruh personel Polres Pasaman Barat harus siap bekerja maksimal, mulai dari pengamanan jalur mudik hingga pengawasan pusat keramaian.

Menurut AKBP Agung Tribawanto, koordinasi lintas sektoral menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan Lebaran. Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan kolaborasi dari seluruh elemen pemerintah serta masyarakat. Oleh karena itu, forum koordinasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh pihak bergerak dalam satu irama demi kepentingan masyarakat luas.

Dalam rapat tersebut, berbagai skenario pengamanan dibahas secara mendalam, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, kesiapan pos pelayanan dan pos pengamanan, hingga langkah antisipasi terhadap potensi bencana dan situasi darurat. Kapolres AKBP Agung Tribawanto juga menekankan pentingnya kesiapan sarana prasarana serta kesiapsiagaan personel di lapangan.

Kapolres AKBP Agung Tribawanto juga mengingatkan bahwa meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran membutuhkan perhatian khusus, terutama di jalur-jalur utama yang menjadi titik rawan kepadatan. Oleh karena itu, Polres Pasaman Barat akan mengoptimalkan patroli serta menempatkan personel di sejumlah titik strategis guna memastikan kelancaran arus lalu lintas.

Tidak hanya fokus pada aspek keamanan, AKBP Agung Tribawanto juga menekankan pendekatan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran polisi harus mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi sahabat bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.

Melalui rapat koordinasi ini, Kapolres AKBP Agung Tribawanto berharap seluruh unsur Forkopimda dapat terus memperkuat komunikasi dan koordinasi hingga pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 benar benar berjalan optimal. Dengan kesiapan yang matang, masyarakat Pasaman Barat diharapkan dapat merayakan Lebaran dengan penuh rasa aman dan nyaman.

Sinergi yang dibangun oleh Kapolres AKBP Agung Tribawanto bersama Forkopimda menjadi gambaran nyata bahwa keamanan daerah merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi yang kuat antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan lembaga terkait menjadi fondasi utama dalam menjaga ketertiban serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Komitmen tersebut sekaligus menegaskan bahwa Polres Pasaman Barat tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat yang selalu siap bekerja demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif.

Catatan Redaksi: Polisi untuk masyarakat merupakan filosofi pelayanan Polri yang menempatkan kepentingan dan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. Artinya setiap tugas kepolisian tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum semata, tetapi juga pada perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang humanis sehingga masyarakat merasakan kehadiran polisi sebagai mitra dan penjaga keamanan bersama.


TIM RMO

Minggu, 01 Maret 2026

Di Bawah Arahan Dirlantas Reza Chairul Akbar Sidiq, Ditlantas Polda Sumbar Gencarkan Edukasi Anti Tilang dan Tertib Lalu Lintas


SUMBAR | Kesadaran berlalu lintas bukan sekadar soal aturan, tetapi juga tentang keselamatan dan tanggung jawab bersama. Melalui berbagai kampanye kreatif dan edukatif, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat terus mengajak masyarakat memahami pentingnya tertib di jalan. Di balik gerakan ini, sosok Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H menjadi motor penggerak yang mendorong pendekatan humanis kepada masyarakat.

Langkah edukasi tersebut terlihat dari berbagai materi kampanye keselamatan berlalu lintas yang disebarkan kepada publik. Salah satunya melalui pesan sederhana bertajuk Tips dan Trick Anti Tilang Edition yang mengajak masyarakat mematuhi aturan lalu lintas sebelum berkendara. Pesan itu menekankan pentingnya mengecek kelengkapan surat kendaraan, menggunakan helm dengan benar, tidak melawan arus, serta mematuhi rambu lalu lintas agar perjalanan aman sampai tujuan.

Di bawah kepemimpinan Kombes Pol. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, pendekatan edukasi tersebut tidak hanya bersifat formal, tetapi juga dikemas dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami masyarakat. Bagi Dirlantas Polda Sumbar itu, kepatuhan berlalu lintas bukan semata untuk menghindari tilang, tetapi untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan raya.

Momentum bulan suci Ramadhan juga dimanfaatkan oleh jajaran Ditlantas Polda Sumbar untuk memperkuat pesan moral kepada masyarakat. Kampanye yang diangkat mengingatkan bahwa puasa dan berkendara di jalan raya sama sama melatih kesabaran. Pesan ini menjadi refleksi bahwa ketenangan, disiplin, dan pengendalian diri merupakan kunci keselamatan di jalan.

Melalui pendekatan tersebut, Kombes Pol. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq ingin menghadirkan wajah kepolisian lalu lintas yang lebih dekat dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kehadiran polisi lalu lintas bukan hanya untuk menegakkan aturan, tetapi juga untuk mengedukasi dan melindungi masyarakat di jalan raya.

Berbagai pesan keselamatan yang disampaikan juga dirancang dengan sentuhan kearifan lokal. Personel Ditlantas Polda Sumbar bahkan menggunakan pendekatan budaya daerah agar pesan tertib lalu lintas lebih mudah diterima masyarakat. Hal ini menjadi bagian dari strategi komunikasi yang humanis dan membumi.

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama saat Ramadhan dan menjelang hari raya, edukasi keselamatan menjadi semakin penting. Dirlantas Polda Sumbar menilai bahwa disiplin berlalu lintas harus dimulai dari kesadaran setiap pengendara, bukan semata karena adanya pengawasan atau penindakan.

Kombes Pol. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq juga menegaskan bahwa tertib berlalu lintas merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama pengguna jalan. Setiap aturan dibuat bukan untuk membatasi, melainkan untuk melindungi seluruh masyarakat agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman.

Melalui kampanye yang terus digencarkan, Ditlantas Polda Sumbar berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat. Dengan memahami aturan dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari hari, angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan.

Upaya edukasi yang dilakukan jajaran Ditlantas Polda Sumbar ini sekaligus memperlihatkan komitmen kuat dari Kombes Pol. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di Sumatera Barat. Pendekatan yang humanis, komunikatif, dan dekat dengan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan keamanan dan keselamatan di jalan raya.

Catatan redaksi: Program edukasi keselamatan lalu lintas yang digagas Dirlantas Polda Sumbar ini mencerminkan semangat polisi untuk rakyat, di mana kehadiran Polantas tidak hanya sebagai penegak hukum tetapi juga sebagai sahabat masyarakat dalam menjaga keselamatan di jalan.


TIM RMO

Sabtu, 28 Februari 2026

Patroli JELBUSA Dirlantas Polda Sumbar Dipimpin Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, Ramadhan Jadi Momentum Berbagi


SUMBAR | Suasana menjelang waktu berbuka puasa di sejumlah ruas jalan di Kota Padang tampak berbeda. Di tengah kepadatan aktivitas masyarakat yang bersiap pulang ke rumah, kehadiran personel lalu lintas dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat menjadi pemandangan yang menyejukkan. Patroli yang dikenal dengan nama JELBUSA atau Patroli Jelang Buka Puasa ini digerakkan langsung oleh kebijakan Reza Chairul Akbar Sidiq selaku Direktur Lalu Lintas.

Program Patroli JELBUSA menjadi salah satu inovasi humanis yang dilakukan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia di wilayah Sumatera Barat selama bulan suci Ramadhan. Melalui kegiatan ini, polisi tidak hanya hadir untuk mengatur lalu lintas dan menjaga ketertiban, tetapi juga menunjukkan sisi kepedulian sosial dengan berbagi takjil kepada masyarakat yang masih berada di jalan menjelang waktu berbuka.

Sebagai pucuk pimpinan di Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat harus mampu memberikan rasa aman sekaligus menghadirkan nilai kemanusiaan. Menurutnya, Ramadhan adalah momentum terbaik bagi aparat untuk mempererat hubungan dengan masyarakat melalui aksi nyata di lapangan.

Patroli JELBUSA dilaksanakan di sejumlah titik strategis yang sering dipadati kendaraan menjelang waktu berbuka puasa. Personel kepolisian terlihat mengatur arus lalu lintas, membantu pengendara menyeberang jalan, hingga memberikan imbauan keselamatan berkendara kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diwarnai dengan pembagian paket takjil kepada para pengendara, pengemudi ojek, hingga warga yang masih berada di jalan. Momen tersebut seringkali menghadirkan suasana hangat, ketika anggota polisi menyapa masyarakat dengan ramah sambil menyerahkan makanan berbuka.

Bagi banyak warga, kehadiran polisi dengan pendekatan seperti ini menjadi pengalaman yang berbeda. Polisi tidak lagi hanya dilihat sebagai penegak hukum di jalan raya, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang hadir dengan kepedulian dan empati.

Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq menilai bahwa kegiatan seperti Patroli JELBUSA bukan sekadar agenda rutin Ramadhan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Ia menegaskan bahwa polisi harus selalu hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Di sisi lain, patroli ini juga memiliki tujuan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas. Menjelang waktu berbuka puasa, mobilitas masyarakat biasanya meningkat tajam. Banyak warga yang bergegas pulang ke rumah atau berburu makanan berbuka sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas.

Karena itu, kehadiran personel dari Polda Sumatera Barat di titik-titik rawan menjadi langkah strategis untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar dan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

Patroli JELBUSA juga menjadi sarana bagi polisi untuk menyampaikan pesan keselamatan berkendara. Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm, serta tidak memacu kendaraan secara berlebihan saat mengejar waktu berbuka.

Bagi jajaran kepolisian lalu lintas, keberhasilan menjaga keamanan jalan raya bukan hanya diukur dari kelancaran arus kendaraan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas secara tertib dan aman.

Di bawah kepemimpinan Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, pendekatan humanis dalam pelayanan lalu lintas terus diperkuat. Ia menekankan bahwa polisi harus hadir bukan sekadar sebagai pengatur jalan, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Melalui Patroli JELBUSA, pesan itu terasa nyata. Polisi hadir di jalan raya bukan hanya untuk memastikan ketertiban, tetapi juga untuk berbagi kebaikan di bulan yang penuh berkah.

Masyarakat yang menerima takjil pun tampak antusias dan menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Bagi mereka, perhatian kecil seperti ini memiliki makna besar karena menunjukkan bahwa polisi benar-benar hadir bersama rakyat.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, Patroli JELBUSA diharapkan mampu mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Program ini juga menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang humanis dapat menghadirkan rasa aman sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Catatan Redaksi:

JELBUSA merupakan singkatan dari Patroli Jelang Buka Puasa, sebuah program pelayanan kepolisian yang dilakukan personel lalu lintas saat menjelang waktu berbuka di bulan Ramadhan. Melalui kegiatan ini polisi hadir untuk memastikan keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus lalu lintas sekaligus berbagi takjil kepada masyarakat. Semangat yang dibawa dalam kegiatan ini adalah memperkuat nilai bahwa polisi hadir untuk rakyat, melayani dengan pendekatan humanis dan kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat.


TIM RMO

Dukungan Penuh Universitas Metamedia kepada Kapolda Sumbar Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta


SUMBAR | Dukungan dan apresiasi mengalir dari Universitas Metamedia kepada Kapolda Sumbar Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta atas komitmennya menjaga toleransi dan kerukunan di Sumatera Barat. Kepemimpinan beliau dinilai mampu menghadirkan rasa aman sekaligus memperkuat nilai kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Rektor Universitas Metamedia, Yossyafra, ST., M.Eng. Sc., Ph.D menyampaikan bahwa langkah tegas dan pendekatan humanis yang dilakukan Polda Sumbar di bawah komando Kapolda telah menciptakan suasana kondusif, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi.

Menurutnya, konsistensi Kapolda Sumbar dalam mendorong dialog lintas elemen masyarakat menjadi fondasi penting dalam mencegah berkembangnya radikalisme dan intoleransi. Pendekatan preventif yang mengedepankan edukasi dinilai sangat relevan bagi kalangan mahasiswa.

Universitas Metamedia menilai, komitmen Kapolda bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui sinergi nyata dengan kampus dan tokoh masyarakat. Hal ini memberikan kepercayaan diri bagi civitas akademika untuk terus mengembangkan budaya diskusi yang sehat tanpa rasa khawatir.

Yossyafra menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kebijakan dan langkah strategis Kapolda Sumbar dalam menjaga stabilitas daerah. Ia menyebut mahasiswa harus berada di barisan terdepan dalam memperkuat persatuan bangsa, sejalan dengan visi yang dibangun kepolisian daerah.

Apresiasi tersebut juga menjadi bentuk pengakuan bahwa keamanan dan toleransi merupakan prasyarat utama bagi kemajuan pendidikan. Tanpa situasi yang kondusif, proses akademik tidak akan berjalan optimal.

Dalam pandangan kampus, kepemimpinan Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta telah memberi teladan tentang pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan dunia pendidikan. Sinergi ini menjadi kekuatan bersama untuk menjaga Sumatera Barat tetap harmonis.

Universitas Metamedia pun berkomitmen memperkuat literasi digital dan moderasi beragama di kalangan mahasiswa sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program Polda Sumbar. Mahasiswa diajak lebih bijak dalam menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh paham menyimpang.

Dengan dukungan ini, diharapkan kerja sama antara kampus dan Polda Sumbar semakin solid. Apresiasi yang diberikan bukan sekadar simbolis, melainkan cerminan kepercayaan terhadap kepemimpinan Kapolda dalam merawat kebhinekaan dan menjaga keutuhan NKRI.

Catatan Redaksi: Stabilitas dan toleransi yang terjaga di Sumatera Barat tidak terlepas dari peran kepemimpinan yang konsisten dan kolaboratif. Dukungan dunia kampus terhadap Kapolda Sumbar menjadi indikator bahwa pendekatan humanis dalam menjaga keamanan mendapat tempat di hati masyarakat.


TIM RMO

Jumat, 27 Februari 2026

Ketegasan “Monita Purwandani” Uji Mental dan Kompetensi “Mujiyono” hingga “Prianto Hermawan”


Semarang
, 27 Februari 2026 | Ruang itu tampak tenang, tetapi atmosfernya sarat makna. Di atas meja tersusun map-map portofolio yang menjadi saksi perjalanan panjang para peserta. Satu per satu nama dipanggil. Satu per satu pula mereka duduk berhadapan dengan asesor utama, “Monita Purwandani”.

Hari itu bukan hari biasa. Ini adalah uji kompetensi Gada Utama—jenjang tertinggi dalam kualifikasi profesi satuan pengamanan. Di level ini, yang diuji bukan lagi kemampuan teknis lapangan semata, melainkan kepemimpinan strategis, kematangan berpikir, dan ketangguhan dalam mengambil keputusan.

Peserta Kelompok 4 terdiri dari “Wyndo Regandha” dari PT Garda Wicaksana System, “Raramenua Paulus Frederik Rahasia” dari PT Garda Bakti Indonesia, “Mujiyono” dari PT PLN (Persero) UP3 Tegal – UID Jateng, “Prianto Hermawan” dari PT Pertamina EP PHR Zona 1, serta “Muhammad Rizal Suwandito” dari PT PLN UO2D Jateng & DIY.

Mereka datang dengan latar belakang pengalaman yang beragam, namun tujuan yang sama: membuktikan diri layak menyandang kualifikasi tertinggi.

Ujian yang Menggali Lebih Dalam

Sejak sesi pertama, “Monita Purwandani” menunjukkan ketegasannya. Setiap dokumen diverifikasi. Setiap pengalaman digali. Tidak ada ruang untuk jawaban normatif.

Ketika “Wyndo Regandha” memaparkan strategi pengelolaan risiko, pertanyaan lanjutan langsung menguji konsistensi dan implementasinya. Saat “Raramenua Paulus Frederik Rahasia” menjelaskan pola koordinasi pengamanan perusahaan, skenario krisis pun diajukan untuk melihat ketajaman analisisnya.

“Mujiyono” menguraikan pengamanan objek vital dengan detail prosedural. “Prianto Hermawan” menekankan pentingnya kepemimpinan kolaboratif lintas unit. Sementara “Muhammad Rizal Suwandito” memaparkan penguatan sistem pengawasan operasional di wilayah kerjanya.

Setiap paparan diuji dengan studi kasus nyata. Situasi darurat, potensi ancaman, hingga konflik internal organisasi menjadi bahan evaluasi. Di sinilah kualitas kepemimpinan terlihat—bukan pada teori, tetapi pada cara berpikir dan mengambil keputusan.

Tegas, Namun Tetap Humanis

Meski suasana formal dan serius, pendekatan “Monita Purwandani” tetap komunikatif. Ia mendengarkan dengan saksama, mencatat poin penting, lalu memberikan umpan balik yang konstruktif.

Jabat tangan di akhir sesi menjadi simbol profesionalisme. Bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk penghargaan atas proses panjang yang telah dilalui setiap peserta.

Uji kompetensi ini bukan ajang menjatuhkan, melainkan memastikan standar benar-benar terpenuhi. Sebab pemegang sertifikasi Gada Utama kelak memikul tanggung jawab besar: merancang, mengelola, dan mengevaluasi sistem pengamanan secara menyeluruh.

Lebih dari Sekadar Lulus atau Tidak

Bagi para peserta, hari itu menjadi momen refleksi sekaligus pembuktian. Lulus atau tidak, proses asesmen memberi ruang evaluasi diri yang mendalam.

Di tengah dinamika ancaman keamanan yang semakin kompleks—baik fisik maupun nonfisik—kebutuhan akan pemimpin pengamanan yang kompeten menjadi semakin mendesak. Sertifikasi bukan hanya simbol, melainkan komitmen terhadap kualitas dan integritas.

Menjelang sore, suasana ruang uji mulai mencair. Map ditutup, kursi dirapikan, dan sesi foto bersama menjadi penanda berakhirnya rangkaian asesmen.

Namun makna hari itu tak berhenti di ruangan tersebut. Ia menjadi bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan standar mutu pengamanan nasional.

Di balik meja asesmen, “Monita Purwandani” memastikan satu hal: bahwa setiap pemegang Gada Utama bukan hanya berpengalaman, tetapi benar-benar teruji.

Dan bagi “Wyndo Regandha”, “Raramenua Paulus Frederik Rahasia”, “Mujiyono”, “Prianto Hermawan”, serta “Muhammad Rizal Suwandito”, hari itu adalah langkah penting menuju tanggung jawab yang lebih besar.


TIM

Kamis, 26 Februari 2026

Kapolres Pasaman Barat Bagikan Ratusan Paket Takjil Untuk Masyarakat


pasamanbarat.sumbar.polri.go.id
– Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447H/2026M, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik memimpin langsung kegiatan pembagian ratusan paket takjil kepada masyarakat, Kamis (26/2/2026) sore.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di depan jalan utama Kantor Mapolres Pasaman Barat dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang melintas. Sejak pukul 16.30 WIB, personel Polres bersama pengurus Bhayangkari telah bersiap membagikan paket takjil kepada pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki yang melintasi kawasan tersebut.

Tidak hanya personel Polri, kegiatan berbagi ini juga melibatkan Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat, Ny. Panca Agung, bersama jajaran pengurus Bhayangkari. Kehadiran Bhayangkari dalam kegiatan tersebut menambah semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

“Sebanyak 400 paket takjil kami bagikan di depan kantor kepada masyarakat yang kebetulan melintas di depan Mapolres Pasaman Barat. Ini adalah bentuk kepedulian dan kebersamaan kami dengan masyarakat di bulan yang penuh berkah ini,” ungkap Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Momentum Ramadan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan rasa empati, kebersamaan, serta memperkuat sinergitas dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.

Sementara itu, Ny. Panca Agung menyampaikan bahwa Bhayangkari Cabang Pasaman Barat selalu mendukung kegiatan sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat. Menurutnya, berbagi takjil bukan hanya sekadar memberikan makanan untuk berbuka, namun juga menjadi sarana menebar kebaikan dan mempererat tali persaudaraan.

Masyarakat yang menerima takjil tampak mengapresiasi kegiatan tersebut. Banyak pengendara yang menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian jajaran Polres Pasaman Barat. Suasana penuh keakraban terlihat saat Kapolres dan jajaran menyapa langsung masyarakat sembari membagikan paket takjil.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar hingga menjelang waktu berbuka puasa. Polres Pasaman Barat berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial serupa selama bulan Ramadan sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan kemanusiaan dan sosial. (HumasResPasbar)

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi